Tampilkan postingan dengan label Prosedur Kerja Analisis Nitrat dan Nitrit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosedur Kerja Analisis Nitrat dan Nitrit. Tampilkan semua postingan

15 Jan 2010

ANALISIS TSS, TDS, KEKERUHAN, NITRAT,NITRIT & AMONIAK

PROSEDUR KERJA ANALISIS KUALITAS AIR DI LABORATURIUM UB

a.Prosedur kerja Analisis TSS (Menggunakan Metode Gravimetri)
- Kertas saring diletakkan diatas cawan petris dikeringkan didalam oven pada suhu 105 derajat celcius selama ½ jam.
- Dinginkan dalam dessikator selama ½ jam
- Timbang kertas saring dengan menggunakan timbangan analitik (Wo)
- Saring air sampel 100 ml
- Keringkan kertas ½ jam suhu 105 derajat celcius
- Dinginkan ½ jam
- Timbang (Wt)

b. Prosedur kerja Analisis TDS (Menggunakan Metode Gravimetri)
- Keringkan gelas beaker dalam oven dalam suhu 105 C0 selama ½ jam
- Lalu dinginkan dalam dessikator selama ½ jam
- Timbang gelas beaker dengan menggunakan timbangan analitik (Wo)
- Air yang dibawahnya TSS direbus sampai tinggal sedikit lalu dikeringkan dioven.
- Dinginkan dalam dessikator selama ½ jam
- Lalu timbang gelas beaker (Wt)

c. Prosedur kerja Analisis Kekeruhan (ntu)
- Kalibrasi turbidy meter dengan aquades
- Masukan sampel dalam botol sampel lalu ukur kekeruhannya

d.Prosedur kerja analisis nitrat (Menggunakan Metode Spektrophotometri)
- Ambil 5 ml air sampel (masukkan dalam gelas beku)
- Tambahkan 0,5 ml brucine aduk hingga larut
- Tambahkan 5 ml H2SO4
- Ukur absorbanya dengan panjang gelombang 410 Nm

note : Bahan larutan brucine Timbang 20 mg brucine dan 25 mg sulfaniliacid
Tambahkan 17,5 ml aquades panas
Tambahkan 1,2 Hcl pekat
Dinginkan
Tepatkan volumenya 25 ml
e.Prosedur kerja analisis nitrit (Menggunakan Metode Spektrophotometri)
- Sampel 20 ml tuang dalam labu ukur 25 ml
- Ditambah sulfanilamide 1 ml
- Ditambah NED 1 ml
- Ditambah Aquades sampai tanda batas
- Biarkan bereaksi selama 20 menit diruang gelap
- Ukur absorbance panjang gelombang 540 Nm

f. Prosedur kerja analisis amoniak (Menggunakan Metode Tetrimetri)
- Sampel 50 ml tuang dalam labu kjeldahl
- Ditambah NaOH 40% 1-2 tetes
- Ambil 25 ml H2SO4 25 mmol tuang dalam Erlenmeyer
- Destilasi dingga H2SO4 bertambah menjadi 50 ml
- Indikator BCG + metil red ke dalam Erlenmeyer sebanyak 5-7 tetes (merah)
- Titrasi NaOH 50 mmol hingga berwarna hijau muda.

Note: Larutan H2SO4 25 mmol = 0,7 ml H2SO4 pekat dalam 500 ml air
Larutan NaOH 50 mmol = 0,9997 gr dalam 500 ml air
Larutan BCG/Methylred = 0,5 gr BCG+0,1 gr methylred dlm 100 ml ethanol 95%



Bahan yang digunakan untuk analisis parameter kualitas air
No: Tujuan: Bahan-bahan yang digunakan
1.Analisis nitrat: Sampel ± 5ml, Larutan brucine, Larutan standar nitrat dan H2SO4
2.Analisis nitrit: Sampel air, Sulfanilamid, HCL 50% , NED, dan Larutan standar NaNo2 0,1, 0,2, 0,5 – 1 ppm
3.Analisis amoniak:Sampel air, NaOH 40% NaOH 50 mmol, H2SO4 25 mmol, Indicator BCG + metal red,